Meningkatkan Pasar Karbon: Langkah Besar ASEAN Menuju Kerja Sama Regional
Berita

Pasar karbon global saat ini sedang mengalami transformasi besar, sebagaimana diungkapkan dalam Global Carbon Market Outlook 2024 oleh BloombergNEF (BNEF). Sektor ini diperkirakan akan tumbuh pesat, dengan harga kredit karbon yang berpotensi melampaui $200 per ton, mendorong nilai pasar tahunan lebih dari $1,1 triliun pada tahun 2050. Dalam lanskap yang terus berkembang ini, Asia Tenggara menawarkan peluang besar, terutama dalam solusi berbasis alam (Nature-based Solutions / NbS), yang diperkirakan dapat menghasilkan manfaat ekonomi sebesar $2,7 triliun dan menciptakan 180 juta lapangan kerja pada tahun 2030, menurut studi dari Abatable.
Menyadari potensi ini, para pemangku kepentingan utama di kawasan berkumpul dalam acara Scaling Up Carbon Markets in ASEAN: Fundamentals & the ASEAN Common Carbon Framework (ACCF) di Singapura pada 3-4 Maret 2025. Inisiatif ini didukung oleh ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) dan diselenggarakan oleh Equatorise Advisory, menghadirkan sekitar 75 peserta, termasuk perwakilan Negara Anggota ASEAN, Timor-Leste, serta sektor swasta.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah sesi yang berfokus pada pengembangan ASEAN Common Carbon Framework (ACCF) pasca penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) di COP29. Diskusi ini mempertemukan para ahli untuk berbagi wawasan tentang perkembangan pasar karbon nasional dan kemajuan regulasi di ASEAN. Natalia Rialucky, Wakil Ketua Bidang Intra-ASEAN di ASEAN Alliance on Carbon Markets (AACM) serta Pendiri & CEO Fairatmos, berpartisipasi dalam sesi Country-Specific Deep Dive on Latest Carbon Market Policy & Regulatory Development bersama para pakar terkemuka seperti Dr. Renard Siew (Malaysia Carbon Market Association), Dr. Riza Suarga (Indonesia Carbon Trade Association), dan Gloyta Nathalang (Thailand Carbon Market Club).
Natalia membagikan wawasan tentang perkembangan pasar karbon di Indonesia, termasuk pencapaian penting seperti Peraturan Presiden (Perpres) 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) serta peluncuran Bursa Karbon Indonesia (ICX). Dr. Renard Siew membahas kepemimpinan Malaysia dalam integrasi pasar karbon, dengan menyoroti instrumen kebijakan seperti Pasar Karbon Sukarela Bursa Malaysia (VCM) dan National Energy Transition Roadmap (NETR). Sementara itu, Gloyta Nathalang memaparkan kemajuan Thailand melalui program Thailand Voluntary Emission Reduction (T-VER) serta keterlibatan sektor swasta dalam Thailand Carbon Market Club. Natalia menegaskan peran strategis Indonesia dalam membentuk kerangka karbon regional ASEAN, dengan memanfaatkan pengalaman dalam pasar karbon sukarela dan kepatuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dengan ASEAN yang semakin mendekati integrasi pasar karbon yang harmonis, ACCF bertujuan untuk menetapkan standar kredit karbon yang diakui secara regional, guna meningkatkan kredibilitas, interoperabilitas, dan efisiensi harga di kawasan. Diskusi dalam acara ini menegaskan komitmen Negara Anggota ASEAN terhadap solusi berbasis pasar dalam mencapai Nationally Determined Contributions (NDCs) mereka sesuai Perjanjian Paris.
Saat negara-negara ASEAN bergerak menuju kerja sama yang lebih erat, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bersatu dalam mencapai netralitas karbon. Baik Anda seorang pengembang proyek karbon, investor, penyedia teknologi, lembaga pemerintah, atau organisasi standar karbon, inilah saatnya untuk mengesampingkan perbedaan dan bekerja sama menuju pasar karbon regional yang terintegrasi. Fairatmos terus berada di garis depan perkembangan ini, aktif terlibat dalam dialog regional, serta menyediakan solusi inovatif untuk pengembangan proyek karbon.
Tetap terhubung dengan wawasan terbaru tentang pasar karbon ASEAN melalui berita dan pembaruan dari Fairatmos.
Kunjungi 🌐 website kami atau 📩 hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!
For Buyers & Investors
Explore verified, high-impact projects like this through AtmosFund & invest in the future of sustainable landscapes.
Explore AtmosFundFor Landowners & Project Starters
Learn how your land could qualify for carbon project development through AtmosCheck.
Sign Up Now