Explore AtmosWatch with a 14-day Free Trial. Click here to register now!
Fairatmos

3 Negara Pengemisi Karbon Terbesar di Dunia (2024)

Lainnya

AuthorVanessa Susanto
Dipublikasikan 2 Jul 2025
3 Negara Pengemisi Karbon Terbesar di Dunia (2024)

Krisis iklim global didorong oleh sejumlah kecil negara yang menyumbang sebagian besar emisi gas rumah kaca. Pada tahun 2024, China, Amerika Serikat, dan India tercatat sebagai tiga pengemisi karbon terbesar di dunia. Bersama-sama, mereka menyumbang lebih dari separuh total emisi CO₂ global.

China

Sejak 2005, China menjadi negara dengan emisi karbon terbesar di dunia. Pada 2024, China menghasilkan 12,6 gigaton CO₂, sepertiga dari total emisi global.

China tengah menyusun rencana iklim menyeluruh yang mencakup semua gas rumah kaca, termasuk metana yang berasal dari pertambangan batu bara dan pertanian. Rencana ini akan diumumkan menjelang KTT COP30 pada November 2025.

Target nasional China meliputi pengurangan intensitas karbon PDB lebih dari 65% dibanding tahun 2005 pada 2030 dan mencapai netral karbon pada 2060. Negara ini juga menandatangani Deklarasi Glasgow tentang Hutan dan Penggunaan Lahan.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menghasilkan 4,5 gigaton CO₂ pada 2024, menjadikannya pengemisi terbesar kedua di dunia.

Pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden Biden mengesahkan Undang-Undang Pengurangan Inflasi (IRA) yang menargetkan pengurangan emisi sebesar 50% pada 2030 dan netral karbon sebelum 2050. AS juga berkomitmen menurunkan emisi sebesar 61 - 66% dibandingkan 2005 pada 2035 dan menandatangani Deklarasi Glasgow.

Namun, pemerintahan saat ini di bawah Presiden Trump menarik kembali komitmen tersebut. AS keluar dari Perjanjian Paris dan membuka kembali Kawasan Perlindungan Margasatwa Arktik untuk eksplorasi minyak dan gas, yang memicu kekhawatiran akan komitmen jangka panjang AS terhadap iklim.

India

India melampaui Uni Eropa dan menjadi negara pengemisi karbon ketiga terbesar pada 2023. Emisi India mencapai 3 gigaton CO₂ pada 2024.

Meskipun emisinya meningkat, India mempercepat transisi ke energi bersih. Per Oktober 2024, 46,3% dari pembangkitan listrik India berasal dari energi terbarukan.

Dalam Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC) yang ditingkatkan, India menargetkan:

  • Mengurangi intensitas emisi sebesar 45% pada 2030

  • Menghasilkan 50% listrik dari sumber non-fosil pada 2030

  • Mencapai netral karbon pada 2070

India juga berencana meningkatkan tutupan hutan dari 25% menjadi 33% dan merestorasi 26 juta hektare lahan terdegradasi, yang akan menciptakan penyerap karbon tambahan sebesar 2,5 - 3 miliar ton CO₂ ekuivalen.


Ingin memperluas wawasan Anda seputar dekarbonisasi dan pasar karbon? Jangan lewatkan artikel mingguan kami di halaman Insights dan ikuti kami di LinkedIn untuk terus mendapat informasi terbaru 🌳

Referensi:

Chase, M. (2025). Trump 2.0: Actions We Are Likely to See Against Climate, Nature, and Wildlife. Earth.
Civillini, M. (2025). China commits to full climate plan, emission ambition still unclear. Climate Home News.
IEA. (2025). CO2 Emissions – Global Energy Review 2025. IEA.
Reid, A., & Robins, A. (2022). Perintah Eksekutif Biden tentang hutan dapat menghentikan pendanaan deforestasi oleh Wall Street. Global Witness.
Schwab, N., & Jani, B. (2022). Mengapa restorasi hutan penting untuk target iklim India. World Economic Forum.
The Energy and Resources Institute. (2025). WSDS 2025 - Akselerasi Dekarbonisasi India. TERI.
The Oxford Institute of Energy Studies. (2025). Kebijakan Domestik China: Kehutanan.
U.S. Department of State. (2025). Krisis Iklim: Bekerja Sama untuk Generasi Mendatang.

Berita
Artikel
Teknologi Kami
Teknologi Kami
Stay Updated
connect
Fairatmos
GoWork, Pacific Place Mall, 1st floor unit 1-77
Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
Kebayoran Baru, Senayan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Indonesia 12190
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
PT UDARA UNTUK SEMUA
Email [email protected]
WhatsApp Number +62 851 8332 2405
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
WhatsApp Number +62 853 1111 1010
iso