Kota 15-Menit: Strategi Perencanaan Perkotaan untuk Mengurangi Emisi Karbon
Sains

Pandemi COVID-19 telah mengungkapkan strategi yang mungkin untuk mendekarbonisasi kota-kota kita. Sebagian besar warga harus melakukan perjalanan ke pusat kota untuk bekerja lima hari dalam seminggu. Dengan adanya penguncian COVID-19, mobilisasi berkurang dan sebagai hasilnya, emisi CO2 global pada tahun 2020 menurun sebesar 17% dibandingkan dengan tingkat tahun 2019. Ini telah menginspirasi perencana kota untuk membangun wilayah dengan infrastruktur yang lebih baik dan perencanaan lokal untuk mengurangi jarak perjalanan, sebuah konsep yang terkait dengan 'kota 15-menit'.
Diajukan oleh profesor Carlos Moreno pada tahun 2016, konsep kota 15-menit mempromosikan kedekatan, keberagaman, kepadatan, dan keberadaan. Ide ini muncul ketika Moreno mengamati bahwa 66% ruang publik di Paris didedikasikan untuk mobil, sementara mobil pribadi hanya mengangkut 17% populasi dan setiap mobil hanya memiliki rata-rata 2 orang. Prinsip dari kota 15 menit adalah bahwa setiap orang harus dapat mengakses fungsi sosial dasar (tinggal, bekerja, memasok, merawat, belajar, dan menikmati) dalam waktu 15 menit berjalan kaki atau bersepeda. Moreno percaya bahwa jika kebutuhan kita terpenuhi lebih dekat dengan rumah, orang akan lebih bahagia, lebih bersedia melindungi komunitas mereka, dan mampu membangun hubungan yang lebih baik. Ini sangat berbeda dari cara kita merancang kota-kota kita di abad lalu, yang memisahkan area pemukiman dari bisnis, ritel, industri, dan hiburan.
Dengan jalur yang dapat dilalui pejalan kaki dan segala sesuatu yang mudah dijangkau, penduduk akan kurang bergantung pada perjalanan dengan mobil, sehingga mengurangi emisi karbon dan waktu perjalanan yang berlebihan. Jika 100 orang beralih ke bersepeda, itu akan mengurangi sekitar 460 metrik ton emisi karbon per tahun. Dari sudut pandang ekonomi, keluarga berpenghasilan rendah akan paling diuntungkan dari kota 15-menit. Diperkirakan bahwa sebuah keluarga di New York dapat menghemat US$14.501 per tahun dengan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Di masa depan, ini mungkin menjadi peluang baik untuk menyediakan layanan kendaraan otomatis guna mengurangi jumlah mobil di jalan.
Cara lain kota 15-menit dapat mengurangi emisi adalah melalui ruang hijau. Area dengan paving beton dan hanya sedikit penghijauan cenderung menjebak panas di antara bangunan. Kota Paris telah mengambil langkah dengan melarang mobil dari pusat-pusat inti untuk menciptakan ruang hijau tambahan. Di Kanada, hutan perkotaan diperkirakan dapat menghilangkan sekitar 16.500 metrik ton polutan udara per tahun. Pohon tidak hanya meningkatkan kualitas udara tetapi juga dapat berfungsi sebagai kanopi yang mendorong orang untuk lebih banyak berjalan.
Meskipun tidak semua kota dapat diubah menjadi kota 15-menit, berikut adalah beberapa contoh bagaimana pemerintah dan perencana perkotaan dapat menerapkan beberapa modifikasi untuk mendukungnya:
-
Mengorbankan sebagian ruang untuk mobil agar trotoar lebih lebar
-
Memberikan subsidi bisnis di pusat kota dengan insentif pajak
-
Beralih dari bangunan komersial satu fungsi menjadi bangunan multifungsi
-
Memperluas rute transportasi umum dan konektivitas dengan ruang publik
-
Mengotomatiskan dan mengoptimalkan rute untuk armada pengiriman dari pintu ke pintu demi efisiensi dan pengurangan unit di jalan
-
Mendirikan 'superblok' di mana lalu lintas melintas dibatasi hanya pada perimeter blok
Tetap terupdate tentang topik dekarbonisasi dan pasar karbon dengan mengunjungi halaman Insights kami 🌳
Referensi:
[1] Lui, B. (2021, February 10). The ’15-Minute City’ Model: Encouraging Sustainable Cities. Earth.org. https://earth.org/15-minute-city-model/
[2] Reimer, J. (2020). The 15-minute infrastructure trend that could change public transit as we know it. Here. https://www.here.com/learn/blog/15-minute-cities-infrastructure
[3] Wu, B., & Liu, C. (2023). Impacts of Building Environment and Urban Green Space Features on Urban Air Quality: Focusing on Interaction Effects and Nonlinearity. Buildings, 13(12), 3111. https://doi.org/10.3390/buildings13123111
For Buyers & Investors
Explore verified, high-impact projects like this through AtmosFund & invest in the future of sustainable landscapes.
Explore AtmosFundFor Landowners & Project Starters
Learn how your land could qualify for carbon project development through AtmosCheck.
Sign Up Now